Thursday, 07 April 2011

  • Pertolongan Pertama Pada Kecelakaan Dan Penanggulangannya

    Tujuan : adalah memberikan bimbingan untuk seluruh pegawai yang betugas di dapur dalam menghadapi suatu kecelakaan dan penanggulangannya.

    Peralatan / perlengkapan operasional: Alat PPPK

    Petunjuk Pelaksanaan :

    • Yang Harus diperhatikan
      • Setiap kecelakaan yang terjadi dilingkungan dapur harus segera ditolong.
      • Pengunaan alat-alat yang mudah menimbulkan kecelakaan harus dilaksanakan dengan mengikuti petunjuk dan mengunakan pengamanan.
      • Alat dan obat yang termasuk PPPK harus tersedia setiap hari terutama di area dapur.
    • Penyebab Kecelakaan.
      • Lengah
      • Air panas dan alat yang sedang dalam keadaan panas.
      • Pengunaan mesin.
      • Ketidak tahuan pegawai tentang cara bekerja yang aman dan baik.
      • Kondisi fisik menurun.
    • Pencegahan
      • Luka akibat benda tajam (teriris/ terpotong dll)
        • Hati hati dalam pengunaan pisau dan selalu waspada.
        • Jangan berusaha menangkap pisau yang sedang jatuh.
        • Membersih peralatan poselin, kaca, dan benda tajam lain dengan cepat dan cermat.
      • Terkena benda panas:
        • Hati-hati dan waspada serta menganggap setiap alat masak dalam keadaan panas.
        • Mengunakan alas setiap mengangkat benda-benda panas.
        • Meletakkan dengan tepat pada tempat yang aman untuk setiap benda panas sehingga tidak menghalangi jalan.
        • Hati-hati dan waspada pada saat membuka keran air panas.
        • Mengunakan alat pemanas sesuai petunjuk.
      • Jatuh :
        • Lantai harus selalu kering dan bersih.
        • Membersihkan semua makanan dan cairan yang tercecer di lantai.
        • Jalan dan lantai selalu kosong dari benda benda penghalang.
        • Mengunakan tangga setiap akan mengambil benda / alat lainnya disimpan ditempat tinggi.
        • Jangan berusaha mengambil sesuatu yang terletak di tempat yang lebih tinggi dari tangga, usahakan dengan bantuan alat lain yang aman.
        • Berjalan dan bergerak dengan pandangan terbuka.
        • Hindarkan membawa sesuatu yang terlalu berat.
      • Terkilir:
        • Mengankat benda berat dengan memakai kedua tangan dan bukan dengan dengan punggung.
        • Jangan membalikkan/memutar badan sewaktu mengangkat benda berat.
    • Yang harus diperhatikan sewaktu bekerja.
      • Membuat pintu dan jendela sebelum menyalakan kompor atau oven, hindarkan bahan bahan yang mudah terbakar dekat dengan nyala api dan menyalakan api sebelum memutar tombol gas.
      • Meminta bantuan lainnya sewaktu mengangkat benda berat.
      • Tempat memasak selalu bersih dan tidak terlalu penuh alat/bahan lain yang tidak digunakan.
      • Hindarkan memotong sesuatu yang terlalu dekat dengan badan.
      • Jangan mengunakan mesin yang belum pernah diketahui cara mengunakannya.
      • Mencabut aliran listrik pada saat akan membersihkan alat tersebut.
      • Berusaha untuk menjaga kebersihan tempat kerja terutama terhadap pecahan kaca, gelas dsb.
      • Menyimpan dan menumpuk benda/barang harus dimulai dengan barang berat dan diatasnya haruslah lebih ringan, usahakan agar posisi barang/benda itu dalam keadaan stabil.
      • Menyimpan benda/bahan yang berbahaya ditempat yang terpisah, misalnya tabung gas, alat pembasmi hama, alat pembersih lantai dll
    • Prosedur Pertolongan Pertama pada kecelakaan:
      • Pendarahan.
        • Pergunakan pembalut luka dan obat anti infeksi untuk pendarahan kecil luka harus tertutup rapat.
        • Pergunakan pembalut luka harus tutup rapat, dan penderita harus berbaring sambil menunggu pertolongan lebih lanjut. Apabila luka tersebut ditangan/kaki dan diperkirakan tidak akan terjadi patah tulang, angkat letakan bagian ini lebih tinggi dari anggita badan lainnya.
        • Letakan segera penderita dalam psoisi tertelungkup dengan kepala kepinggir, kaki kiri dan kanan agak ke pinggir atas, atau letakkan penderita sebaik mungkin.
        • Membuka semua pakaian atau ikat pinggang yang terlalu ketat, kemudian segera dibawa ke dokter, ini adalah usaha untuk penanggulangan kecelakaan yang berakibat pendarahan dalam. Tanda-tandanya pucat, susah bernafas atau lemas, darah ke luar dari mulut, muntah atau datah dari dubur/kemaluan.
        • Untuk pendarahan hidung, mendudukan penderita di kursi dengan kepala ditundukkan ke baskom/panci menutup lubang hidung rapat-rapat (lebih kurang 10 menit). Apabila pendarahan belum berhenti, segera membawa penderita ke dokter.
      • Luka bakar:
        • Luka bakar dapat disebabkan oleh panas, radiasi, zat kimia. Luka bakar ringan tidak memerlukan dokter sebab biasanya kulit hanya memerah/merah dan cukup disiram dengan air dinggin untuk mengurangi rasa sakit.
      • Luka bakar hebat :
        • Memerlukan pertolongan dokter segera.
        • Menutup bagian yang terbakar dengan kain steril.
        • Hindarkan pengunaan obat gosol, garam dan semprotan khusu.
        • Mengangkat bagian tangan/kaki yang terbakar di atas permukaan badan.
        • Mendinginkan bagian yang terbakar dengan alat pendingin khusus dan hindarkan pengunaan es langsung.
        • Apabila luka bakar di bagian muka, menundukkan penderita dan segera memeriksa pernafasannya.
        • Hindarkan memecahkan lepuhan lepuhan akibat terbakar atau mengambil kulit yang terbakar.
        • Memberikan larutan garam dan air soda kepada penderita apabila muntah.
        • Hindarkan membuka pakaian penderita dari bagian yang terbakar, kecuali bagian yang terbakar masih menyala.
      • Terkena arus listrik:
        • Mematikan aliran listrik dengan segera.
        • Menarik penderita dengan mengunakan kayu kering apabila aliran listrik tidak dapat dipadamkan dengan segera.
        • Mengontrol pernafasan, dan berikan pernafasan buatan apabila pernafasan berhenti. Cara membuat pernafasan buatan dengan jalan meniup ke mulut penderita beberapa kali sambil menutup lubang hidungnya.
        • Melakukan pertolongan seperti halnya pada perawatan untuk luka bakar, apabila penderita masih bernafas.
      • Sakit pencernaan:
        • Sakit perut ringan dapat diberikan minuman dengan obat atau tablet khusus.
        • Sakit berat segera bawa ke dokter.
      • Keracunan:
        • Apabila penderita dalam keadan tidak bernafas atau ingin muntah, telungkupkan dengan kepala menghadap ke pinggir sambil menunggu perawatan dokter.
        • Secapatnya memanggil dokter untuk mengamanan lebih lanjut.
      • Patah tulang:
        • Penderita diminta untuk tidak mengunakan anggota badan yang memar/membengkak.
        • Memanggil dokter untuk perawatan selanjutnya.
        • Hindari usaha untuk meluruskan bagian yang patah.
        • Apabila waktu menunggu dokter agak lama, penderita dapat dibantu dengan mamasang papan penopang di bagian atas dan bawah dari bagian yang patah dan dibalut hati-hati.
        • Membantu penderita untuk mengerakan bagian yang patah.
      • Pingsan:
        • Meletakkan penderita pada posisi telungkup dan usahakan agar badan terasa hangat dengan menyelimuti.
        • Memberi nafas buatan sambil menunggu pertolongan dokter

    Sumber : Dirjen Pariwisata 1995.

  • Sign in to Comment

  • Give eProps (?)

About this Entry

Who recommended?